Transparansi Honorarium Advokat dalam Hubungan Hukum Klien dan Pengacara

Authors

  • Desy Ray Evan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
  • Putri Sari Harefa
  • Dinauli Adzka Nasution
  • Rifki Hamdani Siagian
  • Desta Annisa Putri
  • Ajeng Pratiwi
  • Gunawan
  • Siti Hasna Harahap
  • Nur Aisyah Siregar
  • Nurhotia Harahap.

DOI:

https://doi.org/10.59966/yudhistira.v3i4.2356

Keywords:

Advocate Fees, Client-Attorney Legal Relationship, Professional Ethics, Transparency, Legal Professionalism.

Abstract

This study examines the transparency of advocate fees (honorarium) within the client-attorney legal relationship in Indonesia. Although Article 21 of Law No. 18 of 2003 on Advocates entitles advocates to fees for their legal services, it sets no standard tariff, leaving the amount to negotiation and creating uncertainty for both parties. Using a normative legal method with statutory and conceptual approaches, supported by sociolegal insight from an expert practitioner, the study analyzes how fees are determined, the factors influencing their amount and form, and the impact of fee transformation on the client-attorney relationship. The findings show that written contracts and the Indonesian Advocates Code of Ethics are key instruments for ensuring fairness and transparency. Fees are set through agreement using schemes such as hourly, fixed, retainer, and success fees, influenced by case complexity, time, the advocate reputation, the client economic capacity, and legal risk. Transparent and proportional fee arrangements strengthen professionalism, protect client rights, and sustain trust, provided they remain consistent with professional ethics.

References

Jurnal dan Artikel Ilmiah

Abrori, A. (2023). Legalitas honorarium advokat dalam hukum positif dan hukum Islam. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 6(1), 583–598. https://doi.org/10.47467/as.v6i1.425

Dekas, R. (2019). Pengaruh pemberian motivasi dalam bentuk honorarium terhadap peningkatan kinerja karyawan pada Dinas Sosial Kota Prabumulih. Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya, 16(4), 237–251. https://doi.org/10.29259/jmbs.v16i4.7669

Juanda, & Irawan, A. (2022). Perlindungan hukum terhadap konsumen dalam menggunakan aplikasi ojek berbasis online. Jurnal Yuridis Unaja, 5(2), 16–20. https://doi.org/10.35141/jyu.v5i2.489

Khairunnisa, L. L. L., Ardelia, T. A., Aprilia, S. N., & Imon, S. A. (2025). Strategi komunikasi advokat dalam membangun kepercayaan klien. Media Hukum Indonesia (MHI), 2(6), 238–244. https://doi.org/10.5281/zenodo.15511861

Maharani, A. D., Farida, I., Maulida, D., & Ramadhan, N. A. (2025). Komersialisasi profesi advokat dan erosi idealisme keadilan: Kajian terhadap budaya billing hours di Indonesia. Jurnal Kesehatan Saintika [nama jurnal mohon dikonfirmasi], 8(12), 8192–8197. https://doi.org/10.56338/jks.v8i12.9601

Muzakki, I. (2025). Analisis konsep ji’alah dalam penetapan success fee pada jasa advokat perdata (Studi kasus advokat di Banda Aceh). AJIEL: Journal of Islamic Economic Law, 3(1), 1–12.

Nurzannah, A., Sagala, A. F., & Lubis, F. (2023). Implementasi bantuan hukum pro bono dan pro deo dalam penegakan hukum di Indonesia. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 5(3), 533–544. https://doi.org/10.47476/assyari.v5i3.2791

Pramudita, L. E. R., & Sari, R. D. P. (2023). Implikasi hukum permintaan success fee secara paksa oleh advokat dengan janji kemenangan pra-penyelesaian perkara. Reformasi Hukum, 28(2), 102–112. https://doi.org/10.46257/jrh.v28i2.1032

Raharjo, A., & Sunarnyo. (2014). Penilaian profesionalisme advokat dalam penegakan hukum melalui pengukuran indikator kinerja etisnya. Jurnal Media Hukum, 21(2), 182–196.

Svinarky, I. (2024). Keabsahan surat kuasa yang diberikan kepada advokat berdasarkan perspektif hukum di Indonesia. Jurnal Cahaya Keadilan, 12(1), 101–112. https://doi.org/10.33884/jck.v12i1.8906

Peraturan Perundang-undangan dan Kode Etik

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI), 23 Mei 2002. Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).

Downloads

Published

2025-12-14

How to Cite

Desy Ray Evan, Putri Sari Harefa, Dinauli Adzka Nasution, Rifki Hamdani Siagian, Desta Annisa Putri, Ajeng Pratiwi, Gunawan, Siti Hasna Harahap, Nur Aisyah Siregar, & Nurhotia Harahap. (2025). Transparansi Honorarium Advokat dalam Hubungan Hukum Klien dan Pengacara. YUDHISTIRA : Jurnal Yurisprudensi, Hukum Dan Peradilan, 3(4), 3037. https://doi.org/10.59966/yudhistira.v3i4.2356

Issue

Section

##section.default.title##