Penerapan Doktrin Vicarious Liability pada Holding Company atas Kejahatan Algoritma Pasar Digital oleh Anak Perusahaan

Authors

  • Phani Annisatul Hidayah STIEBS Nahdlatul Ulama Garut
  • Imas Ummu Salamah STIEBS Nahdlatul Ulama Garut
  • Abdul Fatah STIEBS Nahdlatul Ulama Garut
  • Deni Muharamdani STIEBS Nahdlatul Ulama Garut
  • Diki Ahmad STIEBS Nahdlatul Ulama Garut

DOI:

https://doi.org/10.59966/yudhistira.v4i2.2608

Keywords:

Algorithmic crime, Holding company, National criminal code, Single economic entity, Vicarious liability

Abstract

The evolution of digital business ecosystems structured around holding and subsidiary relationships raises issues regarding criminal liability when crimes involving artificial intelligence (AI) algorithms—executed by a subsidiary—result in harm, while the parent company seeks refuge behind the principle of separate legal personality. This study aims to reconstruct the application of the doctrine of vicarious liability to holding companies regarding algorithmic crimes committed by their subsidiaries. Employing a normative-juridical method, the research utilizes statutory, conceptual, and case-based approaches to analyze regulations and court rulings concerning corporate criminal liability. The findings indicate that a holding company may be held criminally liable if it is proven to have exercised control, derived economic benefits, and failed to implement adequate oversight mechanisms regarding the subsidiary's use of algorithms. Consequently, there is a need to strengthen regulations defining the parameters of holding company criminal liability within the ecosystem of digital crime.

References

Damayanti, T. R., Prihatin, K., Nugroho, B., & Prakoso, A. (2025). Pertanggungjawaban pidana korporasi atas kerusakan lingkungan akibat kelalaian pengendalian kebakaran lahan perkebunan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Locus Journal of Academic Literature Review, 5(2), 190–209.

Fadhli, R. (2018). Pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana kebakaran hutan. Lex Renaissance, 3(2), 284–303.

Hukumonline. (2025). Tindak pidana korporasi dan pertanggungjawabannya. Klinik Hukumonline. https://www.hukumonline.com/klinik/a/tindak-pidana-korporasi-dan-pertanggungjawabannya-lt5a5ecc109ea26/

Hukumonline. (2026). Korporasi jadi subjek pidana di KUHP Baru, in-house counsel perlu bersiap! https://www.hukumonline.com/berita/a/korporasi-jadi-subjek-pidana-di-kuhp-baru--in-house-counsel-perlu-bersiap-lt690d69f88c93a/

Hukumonline. (2026). Pengawasan persaingan di era ekonomi digital: Algoritma dan kartel digital. https://www.hukumonline.com/berita/a/pengawasan-persaingan-di-era-ekonomi-digital--algoritma-dan-kartel-digital-lt69f4d8f661162/

Hukumonline. (2026). Pertanggungjawaban pidana korporasi dalam KUHP Baru: Perluasan risiko hukum bagi dunia usaha. https://www.hukumonline.com/berita/a/pertanggungjawaban-pidana-korporasi-dalam-kuhp-baru--perluasan-risiko-hukum-bagi-dunia-usaha-lt6981d51c548e6/

Hutapea, R., Santoso, T., & Hiariej, E. O. S. (2025). Artificial intelligence and criminal liability: A preliminary study within the Indonesian legal system. Jurnal Ilmu Hukum, 12(2), 694–698.

Rusyana, E., & Saputra, J. (2024). Criminal liability in the perspective of corporations' crimes. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 5(9).

Kolusi algoritmik: Risiko kolusi terselubung AI pricing dalam persaingan usaha. (2026). [Artikel penelitian].

Mardiya, N. Q. (2018). Pengaturan pertanggungjawaban korporasi dalam tindak pidana lingkungan hidup. Jurnal Hukum dan Peradilan, 7(3), 483–502. https://doi.org/10.25216/jhp.7.3.2018.483-502

MNL Law. (2026). Korporasi sebagai subjek hukum dalam KUHP Baru: Bagaimana pertanggungjawaban pidana korporasi? https://mnllaw.co.id/korporasi-sebagai-subjek-hukum-dalam-kuhp-baru-bagaimana-pertanggungjawaban-pidana-korporasi/

Path of Science. (2024). Corporate vicarious liability in the crime of participating in bribery in Indonesia. Path of Science, 10(12).

Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Republik Indonesia. (2016). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Perkara Tindak Pidana oleh Korporasi.

Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Setiawan, A. D., & Wijayanto, I. (2025). Tinjauan yuridis pertanggungjawaban pidana dalam tindak pidana yang melibatkan artificial intelligence. Yustisi: Jurnal Hukum dan Hukum Islam, 12(2), 174–187.

Setyawati, R., & Pradana, R. A. (2023). Penyalahgunaan posisi dominan oleh pelaku usaha dominan melalui penggunaan algoritma harga. UIR Law Review, 6(2), 103–120. https://doi.org/10.25299/uirlrev.2022.vol6(2).11750

Silalahi, U. (2018). Single economic entity: Kajian hukum persaingan usaha di Indonesia. Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah, 9(1). https://doi.org/10.18860/j.v9i1.4903

Sanskara Hukum dan HAM. (2024). Analisis hukum persaingan usaha terhadap holdingisasi BUMN berdasarkan konsep single economic entity doctrine. Sanskara Hukum dan HAM, 2(3), 137–143.

Universitas Widya Mataram, Fakultas Hukum. (2024). Transformasi hukum digital di Indonesia dari perlindungan konsumen hingga persaingan usaha di era platform. https://hukum.widyamataram.ac.id/

Downloads

Published

2026-06-21

How to Cite

Annisatul Hidayah, P., Ummu Salamah, I., Fatah, A., Muharamdani, D., & Ahmad, D. (2026). Penerapan Doktrin Vicarious Liability pada Holding Company atas Kejahatan Algoritma Pasar Digital oleh Anak Perusahaan. YUDHISTIRA : Jurnal Yurisprudensi, Hukum Dan Peradilan, 4(2), 46–56. https://doi.org/10.59966/yudhistira.v4i2.2608

Issue

Section

##section.default.title##