Analisis Perlindungan Hukum terhadap Para Pihak dalam Pembuatan Akta Hibah Tanah oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah

Authors

  • Abu Kholish STAI Brebes
  • Afa Nur Aziimatun N STAI Brebes
  • Ika Khumaeni STAI Brebes
  • Ahmad Khumaedi STAI Brebes
  • Dapuri STAI Brebes
  • Nurrohman STAI Brebes

DOI:

https://doi.org/10.59966/yudhistira.v4i2.2807

Keywords:

Deed of Grant Land, Legal Protection, Transfer of Land Rights

Abstract

Land grants are one form of transfer of land rights carried out voluntarily and without compensation from the donor to the recipient. In its implementation, a deed of grant is required to be made by a Land Deed Official (Pejabat Pembuat Akta Tanah/PPAT) as an authentic legal instrument to provide legal certainty and protection for the parties involved. This study aims to examine the role of PPAT in the making of land grant deeds, the forms and implementation of legal protection for the parties, as well as the supporting and inhibiting factors faced by PPAT in providing legal protection during the process of making land grant deeds. The research method used is empirical legal research with a qualitative approach. Data were collected through interviews with PPAT officials, grantors, grantees, and witnesses, supported by literature studies of relevant laws and regulations and legal literature. The collected data were then analyzed using descriptive qualitative analysis. The results show that the Land Deed Official (PPAT) plays an important role in the preparation of land grant deeds by examining the identities of the parties, land certificates, and supporting documents, verifying the legal status of the land, explaining the legal consequences of the grant, and preparing and reading the deed before the parties and witnesses. Legal protection is provided through the fulfillment of formal and material requirements and the registration of the transfer of land rights, while supporting factors include complete documentation and cooperation between the parties. The obstacles encountered include incomplete documents, limited public understanding of grant procedures, and family objections or disputes. These findings indicate that the application of the principle of prudence by PPAT plays an important role in ensuring legal certainty and protection for the parties involved in land grants.

References

Abdurrahman. (2008). Al-Jazairim Al-Fiqh ‘ala Al-Madzhab. Kairo: Muassasah Al-Mukhtar.

Adjie, H. (2008). Hukum Notaris Indonesia. Bandung: Refika Aditama.

Ali, Z. (2011). Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Al-Qur’an, Surah Ali ‘Imran ayat 92.

Annisa, A. (2019). Perlindungan Hukum bagi Ahli Waris yang Dirugikan atas Akta Hibah yang Dibuat secara Melawan Hukum (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 1298 K/Pdt/2019).

Arimurti, A. (2023). “Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah atas Pembatalan Akta Hibah (Studi Putusan Nomor 3750/Pdt.G/2021/PA.JS).” Ajudikasi: Jurnal Ilmu Hukum, 7(1).

Badrulzaman, D. M. (2001). Hukum Perikatan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Badrulzaman, D. M. (2001). KUHPerdata Buku III. Bandung: Alumni.

Boedi Harsono. (2008). Hukum Agraria Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Bungin, B. (2015). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana.

Bungin, B. (2016). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana.

Chairumn, Pasaribu, dan Suhardi, K. (2016). Hukum Perjanjian dalam Islam. Jakarta: Sinar Grafika.

Choliek, V. Q. Tinjauan Yuridis terhadap Hukum Berdasarkan Hibah Akta Penyelesaian Sengketa Tanah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Nomor: 54/Pdt.G/2021/PN.Pwt). Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 17.

Djaya. (2026, 10 Mei). Wawancara pribadi, Staf PPAT.

Fauzi, A. (2021). Perlindungan Hukum bagi Para Pihak dalam Pembuatan Akta Hibah Hak atas Tanah oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Hadjon, M. P. (1987). Perlindungan Hukum bagi Rakyat di Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu.

Hamzah, A. (2005). Penegakan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Harahap, Y. (2015). Hukum Acara Perdata. Jakarta: Sinar Grafika.

Harsono, B. (2018). Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria. Jakarta: Sinar Grafika.

Ibrahim, J. (2006). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia. Indrawati, I. (2026, 10 Mei). Wawancara pribadi, PPAT.

Intan, N. (2021). Tinjauan Yuridis Peralihan Hak Milik atas Tanah melalui Akta Hibah di Hadapan Notaris. Tesis, Universitas Islam Indonesia.

Jurnal Analogi Hukum. (2022). Akibat Hukum Perjanjian Pemberian Hibah Tanah kepada Anak Angkat yang Dibuat di Hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Menurut KUH Perdata. Jurnal Analogi Hukum, 4(3).

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Pasal 1320.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Pasal 1868.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).

Kompilasi Hukum Islam (KHI), Pasal 211.

Linda, R. A. (2019). Implementasi Hibah Berupa Tanah terhadap Anak Kandung: Studi di Desa Watukawula Sumba Barat Daya (NTT). Skripsi, Universitas Muhammadiyah Mataram.

Ma’luf, L. (1986). Al-Munjid fi Al-Lughat wa Al-‘Alam. Beirut: Dar Al-Masyriq.

Marshel, C. D. (2024). Analisis Yuridis terhadap Pembuatan Akta Hibah sebagai Alat Bukti dalam Sengketa Kepemilikan Tanah. Recital Review, 7 (2), hlm. 207.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.

Mertokusumo, S. (2005). Mengenal Hukum. Yogyakarta: Liberty.

Mertokusumo, S. (2010). Hukum Acara Perdata Indonesia. Yogyakarta: Liberty.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mukti Fajar. (2010). Dualisme Penelitian Hukum Normatif dan Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Priyono, H. (2018). Korupsi: Melacak Arti, Menyimak Implikasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Rahardjo, R. (2012). Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Rahardjo, S. (2000). Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Rahardjo, S. (2006). Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Ridwan, H. R. (2016). Hukum Administrasi Negara. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Ridwan, M. (2021). Akibat Hukum Akta Hibah Tanah yang Dibuat Tidak Sesuai Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Rizal, Z., & Edith Ratna M. S. (2025). Perlindungan Hukum Pejabat Pembuat Akta Tanah terhadap Pemblokiran Balik Nama Objek Hibah. Notarius, 18(2).

Sabiq, S. M. (2014). Fiqhu Al-Sunnah, penerjemah Ahmad Conish Creativa. Depok: Fathan Media.

Santoso, U. (2012). Hukum Agraria. Jakarta: Kencana.

Setiawan, R. (1987). Pokok-Pokok Hukum Perikatan. Bandung: Binacipta.

Simamora, S. P. (2025). Perlindungan dan Kepastian Hukum terhadap Pemegang Hak atas Tanah (Studi di Kantor Pertanahan Kota Batam). Skripsi, Universitas Sumatera Utara.

Soekanto, S. (2013). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Soekanto, S. (2014). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Universitas Indonesia.

Soerojo Wignyodipuro. (1994). Pengantar dan Asas-Asas Hukum Adat. Jakarta: CV Haji Masagung. Subekti. (2003). Hukum Perikatan. Jakarta: Intermasa.

Subekti. (2005). Hukum Perjanjian. Jakarta: Intermasa.

Sudjana, N. (2016). Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sutedi, A. (2010). Peralihan Hak atas Tanah dan Pendaftarannya. Jakarta: Sinar Grafika.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Kholish, A., Nur Aziimatun N, A., Khumaeni, I., Khumaedi, A., Dapuri, & Nurrohman. (2026). Analisis Perlindungan Hukum terhadap Para Pihak dalam Pembuatan Akta Hibah Tanah oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah. YUDHISTIRA : Jurnal Yurisprudensi, Hukum Dan Peradilan, 4(2), 85–97. https://doi.org/10.59966/yudhistira.v4i2.2807

Issue

Section

##section.default.title##