Hubungan Resiliensi dan Stres Terhadap Perangkat Desa Usia 25–27 Tahun di Kabupaten Malang

Authors

  • Nadiya Andromeda Universitas Wisnuwardhana, Kota Malang, Indonesia
  • Essha Paulina Kistanti Universitas Wisnuwardhana, Kota Malang, Indonesia
  • Nanda Wahyu Prasasti Universitas Wisnuwardhana, Kota Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59966/parikesit.v1i1.1546

Keywords:

Resiliensi, Stres Kerja, Aparat Desa, Kabupaten Malang

Abstract

Kabupaten Malang merupakan kabupaten terbesar kedua di Jawa Timur, dengan luas wilayah 2.977,05 km² yang kaya akan potensi perkebunan, pertanian, dan wisata. Penelitian kuantitatif ini bertujuan menganalisis hubungan antara resiliensi dan tingkat stres kerja perangkat desa. Berdasarkan analisis Kolmogorov Smirnov, ditemukan adanya korelasi negatif yang signifikan antara resiliensi dan stres kerja (r = -0,428, p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan resiliensi dapat menurunkan tingkat stres kerja. Resiliensi yang kuat, ditandai oleh kepercayaan diri, penerimaan diri, kontrol diri, dan pendekatan spiritual, berperan penting dalam mengatasi tekanan kerja. Lingkungan Kabupaten Malang yang luas dan kaya akan kearifan lokal budaya menjadi salah satu faktor yang membantu perangkat desa mengelola stres. Stres yang tidak tertangani dapat berdampak buruk pada kinerja, tetapi perangkat desa tetap memberikan pelayanan optimal karena motivasi untuk bermanfaat bagi masyarakat. Penelitian ini mendukung hipotesis bahwa resiliensi memiliki dampak signifikan terhadap stres kerja, meskipun penelitian lain dengan metode Spearman’s Rho menunjukkan hasil berbeda. Kesimpulannya, resiliensi memiliki hubungan negatif dengan stres kerja, di mana peningkatan resiliensi dapat membantu perangkat desa mengelola tekanan kerja dengan lebih baik. 

Downloads

Published

2025-01-15

Issue

Section

Articles