PERAN GURU DALAM MEMBENTUK PERILAKU PERSONAL HYGIENE MENSTRUASI PADA SISWI TUNAGRAHITA

Authors

  • kunyati Universitas Nahdlatul 'Ulama Purwokerto
  • Genta Ikhwansyah
  • Intan Ayu Amalia
  • Nasikhotun Nadiroh
  • Mikyal Hardiyati

DOI:

https://doi.org/10.59966/parikesit.v1i3.1980

Keywords:

Personal Hygiene, tunagrahita, disabilitas intelektual, peran guru, menstruasi.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam membentuk perilaku kebersihan diri saat menstruasi pada siswa Tunagrahita atau disabilitas intelektual di SLB C dan C1 Yakut Purwokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan guru pendamping khusus, observasi terstruktur terhadap proses pembelajaran, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Subjek penelitian adalah guru pendamping dan siswi penyandang disabilitas intelektual ringan sampai sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai: 1) pemberi pertolongan darurat, 2) pengarah 3) motivator, 4) penghubung antara sekolah dan keluarga. Strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi: (1) pendekatan visual dan konkrit melalui demonstrasi langsung; (2) pembelajaran bertahap dengan pengulangan terus-menerus; (3) individualisasi metode sesuai tingkat kemampuan kognitif siswa; dan (4) pemberian umpan balik positif untuk membangun kepercayaan diri. Temuan penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran mandiri yang efektif bagi siswi penyandang disabilitas intelektual dalam konteks pendidikan inklusif.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam membentuk perilaku personal Hygiene saat menstruasi pada siswi Tunagrahita atau penyandang disabilitas intelektual di SLB C dan C1 Yakut Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan guru pendamping khusus, observasi terstruktur terhadap proses pembelajaran, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Subjek penelitian adalah Guru pendamping dan siswi perempuan dengan disabilitas intelektual ringan hingga sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai: 1) penyedia bantuan darurat, 2) pengarah 3) pemberi motivasi, 4) penghubung antara sekolah dan keluarga. Strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi: (1) pendekatan visual dan konkret melalui pemaksaan langsung; (2) pembelajaran bertahap dengan repetitif berkelanjutan; (3) metode individualisasi sesuai tingkat kemampuan kognitif siswa; dan (4) memberikan umpan balik positif untuk membangun kepercayaan diri. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran bina diri yang efektif bagi siswa perempuan dengan disabilitas intelektual dalam konteks pendidikan inklusif.

Downloads

Published

2025-07-01

Issue

Section

Articles