IJTIHAD, MUJTAHID, DAN MUQOLLID
DOI:
https://doi.org/10.59966/parikesit.v1i2.2128Keywords:
Ijtihad, Menanggapi, Permasalahan KontemporerAbstract
Abstrak :
Eksistensi hukum Islam memiliki sejarah yang sangat panjang dan terus-menerus ditantang untuk menjawab berbagai permasalahan yang muncul dalam masyarakat Islam. Dari waktu ke waktu, permasalahan yang muncul tentu berbeda antara masyarakat Islam di satu daerah atau negara dengan masyarakat Islam di daerah atau negara lain. Hal ini disebabkan oleh perbedaan budaya, sosial, politik, geografi, ekonomi, penguasaan teknologi, dan aspek kehidupan lainnya. Sering kali, permasalahan yang muncul di tengah masyarakat Muslim tidak dapat dijawab secara eksplisit dalam Al-Qur'an, al-Hadis, atau Ijma. Oleh karena itu, untuk menemukan jawabannya, para ulama fikih melakukan ijtihad. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (dari sudut pandang subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Ijtihad dalam ilmu fikih adalah mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran untuk meneliti dan mengeluarkan hukum yang terkandung dalam Al-Qur'an dengan syarat-syarat tertentu. Adapun dasar hukum ijtihad adalah dalil dari Al-Qur'an, al-Hadis, dan Ijma. Seseorang yang melakukan ijtihad atau ahli ijtihad disebut mujtahid. Namun, terdapat pendapat bahwa pintu ijtihad saat ini telah tertutup. Pendapat ini tentu tidak relevan jika melihat permasalahan kontemporer yang terus muncul dalam masyarakat dan belum mendapatkan kepastian hukum dari ajaran Islam. Oleh karena itu, ijtihad dari para mujtahid masih memiliki urgensi dan tetap dibutuhkan.
References
Ahmed An-Na’im, A. (1994). Toward an Islamic reformation: Civil liberties, human rights and international law (A. Suedy & A. Arrani, Trans.). Yogyakarta: LKiS.
Ali As-Sayis, M. (1996). Sejarah pembentukan dan perkembangan hukum Islam. Jakarta: Akademika Pressindo.
Ash-Shiddieqy, M. H. (1999). Pengantar ilmu fikih (2nd ed.). Semarang: Pustaka Rizki Putra.
Asy-Syatibi, A. I. (n.d.). Al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Sharī‘ah. Beirut: Dār al-Ma‘rifah.
Atabik, A., & Muhdlorh, A. Z. (1996). Kamus Krapyak “al-‘Ashri”. Yogyakarta: Pesantren Krapyak.
Dahlan, A. A. (Ed.). (2002). Ijtihad. Dalam Ensiklopedi Islam (8th ed.). Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Hanafi, A. (1995). Pengantar dan sejarah hukum Islam (7th ed.). Jakarta: Bulan Bintang.
Hasan, A. (2001). Pintu ijtihad sebelum tertutup (3rd ed.). Bandung: Pustaka.
Khallaf, A. W. (1983). Kaidah-kaidah hukum Islam (1st ed.). Bandung: Risalah.
Partanto, P. A., & Al Barry, M. D. (1994). Kamus ilmiah populer. Surabaya: Arkola.
Rumadi. (1997). Al-maslahat al-mursalat dalam pembaharuan hukum Islam di Indonesia (Tesis). Padang: IAIN Imam Bonjol.
Antonio, M. S. (2001). Bank syariah: Dari teori ke praktik (2nd ed.). Jakarta: Gema Insani Press – Tazkia Cendekia.
Syarifuddin, A. (1993). Pembaharuan pemikiran dalam hukum Islam. Padang: Angkasa Raya.
Tim Redaksi. (2002). Kamus besar bahasa Indonesia (2nd ed.). Jakarta: Balai Pustaka.
Munawwir, A. W. (1984). Al-Munawwir: Kamus Arab-Indonesia. Yogyakarta: Unit Pengadaan Buku-buku Ilmiah Keagamaan Pondok Pesantren Al-Munawwir.
Yahya, M., & Fatchurrahman. (1986). Dasar-dasar pembinaan hukum Islam. Bandung: Al-Maarif.
Zahrah, M. A. (2000). Ushul fikih (S. Ma’sum, Trans.). Jakarta: Pustaka Firdaus.
Al-Farizi, M. (2014). Ijtihad, taqlid dan talfiq. Al-Mabsut: Kajian Islam dan Sosial, 8, 209–220. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/247466
Khallaf, S. A. W. (2015). Ijtihad dalam hukum Islam. Jakarta: Perpustakaan Al-Kautsar.
Jalil, A., & Fahruddin, Z. (2022). Urgensi ijtihad dalam menanggapi isu-isu mutakhir. JOEL: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa, 1(7), 927–938. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/3123271
Hasanudin, F. (2023). Ijtihad maqashidi: Metodologi dan kontekstualisasi hukum Islam di Indonesia (Studi fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia). Al-Mawarid: Jurnal Syariah dan Hukum, 1(2). Universitas Islam Indonesia. https://journal.uii.ac.id/JSYH/article/view/1202
Irsyadi, M. A., & Asmuni. (2023). Analisis komparatif metode fatwa MUI dan Dār al-Iftā Mesir. Muʽaṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 5(2). UIN Antasari. https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/muasharah/article/view/11505
Is, M. F. (2023). Analisis metode ijtihad kontemporer terkait ketentuan hibah dalam Kompilasi Hukum Islam. USRATY: Journal of Islamic Family Law, 1(1). UIN Bukittinggi. https://ejournal.uinbukittinggi.ac.id/index.php/usraty/article/view/6507
Ningsih, W. (2023). Implementasi ijtihad dan taqlid di era kontemporer. Jurnal Asy-Syukriyyah, 24(2). STAI Asy-Syukriyyah Tangerang. https://jurnal.asy-syukriyyah.ac.id/index.php/Asy-Syukriyyah/article/view/406
Supardin. (2023). Kedudukan lembaga fatwa dalam fikih kontemporer. Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam, 5(2). UIN Alauddin Makassar. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/al-qadau/article/view/7106






