Peran Konselor Sekolah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Siswa melalui Budaya Sekolah yang Inklusif dan Aman

Authors

  • Hamimah STAIFA Pamekasan

DOI:

https://doi.org/10.59966/parikesit.v2i2.2788

Keywords:

Konselor Sekolah, Kesejahteraan Psikologis, Budaya Inklusif, Sekolah Aman, Pendidikan Inklusif, Siswa

Abstract

Budaya sekolah yang inklusif dan aman merupakan fondasi keberhasilan akademik dan kesejahteraan emosional siswa, dan konselor sekolah menempati posisi strategis dalam membangunnya. Penelitian ini menganalisis bagaimana konselor sekolah mengintegrasikan nilai keberagaman, menciptakan lingkungan yang aman secara psikologis, dan merancang layanan bimbingan dan konseling yang mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal deskriptif pada sebuah sekolah menengah kejuruan swasta di Jawa Timur. Informan terdiri atas kepala sekolah, konselor, dan siswa yang dipilih secara purposif sehingga ketiganya menempati kedudukan berbeda dalam rantai layanan, yaitu kebijakan, pelaksanaan, dan penerimaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terbuka, observasi partisipasi pasif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña serta diperiksa melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan peran konselor bekerja pada empat tingkat sasaran, yaitu individu, kelompok, organisasi, dan sistem, dan keempat tingkat itu bersifat kumulatif alih-alih sejajar. Pemetaan temuan terhadap empat dimensi kesejahteraan psikologis yang dipakai penelitian ini menunjukkan tiga dimensi didukung bukti lapangan, sedangkan dimensi tujuan hidup yang bermakna masih berupa pernyataan. Budaya sekolah yang inklusif dan aman terbukti mendukung kesejahteraan psikologis siswa, dengan konselor berfungsi sebagai agen perubahan pada keempat tingkat tersebut.

References

American School Counselor Association. (2020). Position statements. https://www.schoolcounselor.org/Standards-Positions/Position-Statements

Astri Aini Nasir, P. N., & F. H. K. H. (2025). Peran konselor sebaya dalam PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) terhadap keterampilan sosial remaja. Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam, 8(2), 953–970.

Baires, N. A., Cañón, L. F., García-Zambrano, S., Guerrero-Wickham, P., & Castro-Hostetler, M. (2023). A contextual behavioral framework for enhancing cultural responsiveness in behavioral service delivery for Latino families. Behavior Analysis in Practice, 16(4), 938–962. https://doi.org/10.1007/s40617-023-00788-y

Bilqis, F., Karina, T., & Latipah, I. C. (2019). Literature review: Peran konselor dalam mewujudkan sekolah aman dan damai bagi siswa. Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 2(3), 115–117. https://doi.org/10.26539/teraputik.23112

Boyle, C., Anderson, J., & Allen, K.-A. (2020). The importance of teacher attitudes to inclusive education. In C. Boyle, J. Anderson, A. Page, & S. Mavropoulou (Eds.), Inclusive education: Global issues and controversies (pp. 127–146). Brill.

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.

Deviana, M., Umari, T., & Khadijah. (2023). Kesejahteraan psikologis (psychological well-being) remaja. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(2), 3463–3468.

Hanımoğlu, E. (2018). The perceptions of students about the role of school counselors on career selection. European Journal of Educational Research, 7(4), 763–774. https://doi.org/10.12973/eu-jer.7.4.763

Insani, N., & Atuti, B. (2024). Peran konselor dalam membangun budaya inklusif dan aman di sekolah. Jurnal Konseling Indonesia, 9(2), 97–107.

Irmayanti, R., & Yuliani, W. (2020). Peran bimbingan dan konseling di sekolah inklusif. JPK (Jurnal Pendidikan Khusus), 16(2), 87–93. https://doi.org/10.21831/jpk.v16i2.37011

Jibeen, T., & Khalid, T. (2010). Predictors of psychological well-being of Pakistani immigrants in Toronto, Canada. International Journal of intercultural relation, 34, 452-464.

Mayes, R. D., Dollahide, C. T., & Young, A. (2018). School counselors as leaders in school turnaround. Journal of Organizational and Educational Leadership, 4(1), 1–25.

Nelson, M. D., Dunbar, E. T., & Tarabochia, D. S. (2021). Individual counseling in schools: A process model for school counselors. Journal of School Counseling, 19(20), 1–35.

Net, W. W. W. P., Ummah, U. S., Tahar, M. M., & Hanafi, M. (2024). Driving factors of inclusive education for primary school in Indonesia. Pegem Journal of Education and Instruction, 14(2), 86–93. https://doi.org/10.47750/pegegog.14.02.10

Nidaurrohmah. (2025). Peran konselor sekolah dalam membantu siswa menentukan pilihan studi lanjut. Bikoling: Jurnal Ilmu Bimbingan dan Konseling, 2(1), 7–13.

Purnamasari, Y., Wulandari, R., & Latif, I. (2024). Strategi guru bimbingan dan konseling dalam membangun lingkungan sekolah inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus. Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling, 376–384.

Rahmi, A., Neviyarni, & Netrawati. (2022). Kompetensi multibudaya konselor dalam konseling kelompok sebagai upaya mengatasi bias budaya. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 3(1), 1–10. http://dx.doi.org/10.32505/syifaulqulub.v3i1.5012

Tere, M. I. (2021). Asesmen kebutuhan sebagai dasar perencanaan program bimbingan pribadi berbasis multikultural di SMA. Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, 5(1), 25-29. http://dx.doi.org/10.30598/jbkt.v5i1.1069.

Yildiz, N. G. (2021). An investigation of school counselors’ role in building partnerships with linguistically diverse families. International Journal of Curriculum and Instruction, 13(3), 2386–2415.

Yuliawanti, R. (2021). Peran kolaboratif konselor di sekolah inklusif. Jurnal Ide Guru, 4(1), 68–74.

Zulfa, I. S. E. (2021). Studi kode etik konseling multikultural. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 3(1), 65–77.

Downloads

Published

2026-07-22

Issue

Section

Articles