Analisis Pemahaman Masyarakat Terhadap Akad Bank Syariah di Desa Mandalaguna Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya

Authors

  • Salman Al Farizi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Saleh Budiman, Indonesia
  • Adun Rahman Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Saleh Budiman, Indonesia
  • Yusup Ansori Institut Muhamaddiyah Darul Arqom Garut, Indonesia
  • Muhammad Romli Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Saleh Budiman, Indonesia
  • Adi Susandi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Saleh Budiman, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59966/bisma.v4i2.2622

Keywords:

Islamic Banking Contracts, Islamic Financial Literacy, Public Understanding, Public Perception, Islamic Banking

Abstract

This study aims to analyze the level of public understanding of Islamic banking contracts (akad), identify public perceptions of Islamic banking, and examine the factors influencing such understanding in Mandalaguna Village, Salopa District, Tasikmalaya Regency. The study employed a qualitative approach using a field research design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, documentation, and questionnaires administered to participants selected using purposive sampling. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings reveal that the community's understanding of Islamic banking contracts remains relatively low. Although most respondents recognize that Islamic banks operate based on Islamic principles and prohibit riba (interest), they lack a comprehensive understanding of contracts such as mudharabah, murabahah, musyarakah, and wadiah. The community generally holds positive perceptions of Islamic banking; however, the decision to use Islamic banking services is still influenced by accessibility, familiarity with conventional banks, and limited information regarding Islamic banking products. The low level of Islamic financial literacy is primarily attributed to inadequate public education, the complexity of Arabic contract terminology, limited access to information, and differences in educational background. This study recommends strengthening Islamic financial literacy programs through collaboration among Islamic banking institutions, government agencies, educational institutions, and community leaders.

References

Ascarya. (2015). Akad dan produk bank syariah. Rajawali Pers.

Antonio, M. S. (2017). Bank syariah: Dari teori ke praktik. Gema Insani.

Anwar, S. (2016). Hukum perjanjian syariah. RajaGrafindo Persada.

Arif, M. N. R. A. (2017). Lembaga keuangan syariah: Suatu kajian teoretis praktis. Pustaka Setia.

Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of educational objectives. Longman.

Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Pustaka Pelajar.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan terjemahannya. Kementerian Agama Republik Indonesia.

Departemen Pendidikan Nasional. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Haroen, N. (2017). Fiqh muamalah. Gaya Media Pratama.

Huda, N., & Heykal, M. (2017). Lembaga keuangan Islam. Kencana.

Ismail. (2018). Perbankan syariah. Kencana.

Karim, A. A. (2016). Bank Islam: Analisis fiqih dan keuangan. RajaGrafindo Persada.

Kasmir. (2016). Bank dan lembaga keuangan lainnya. RajaGrafindo Persada.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2011). Kompilasi hukum ekonomi syariah. Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Mardani. (2015). Hukum sistem ekonomi Islam. RajaGrafindo Persada.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Mubarok, J. (2017). Hukum ekonomi syariah: Akad mudharabah. Fokusmedia.

Muslich, A. W. (2015). Fiqh muamalat. Amzah.

Otoritas Jasa Keuangan. (2020). Roadmap pengembangan perbankan syariah Indonesia 2020–2025. Otoritas Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan. (2022a). Literasi keuangan syariah di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan. (2022b). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan. (2022c). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022. Otoritas Jasa Keuangan.

Pemerintah Desa Mandalaguna. (2025). Profil Desa Mandalaguna Tahun 2025. Pemerintah Desa Mandalaguna Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya.

Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Rivai, V., & Arifin, A. (2010). Islamic banking. Bumi Aksara.

Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Rineka Cipta.

Soekanto, S. (2015). Sosiologi suatu pengantar. RajaGrafindo Persada.

Soemitra, A. (2017). Bank dan lembaga keuangan syariah. Kencana.

Sugihartono. (2013). Psikologi pendidikan. UNY Press.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2017). Metode penelitian pendidikan. Remaja Rosdakarya.

Az-Zuhaili, W. (2011). Fiqih Islam wa adillatuhu. Dar al-Fikr.

Downloads

Published

2026-06-30